https://arsti.wordpress.com

Film Religi “Cinta Suci Zahrana”, Film Khusus Buat Para Jomblo…

 

(VoA-Islam) – Apa gunanya gelar sarjana dan karir setinggi langit, jika belum menikah. Untuk apa menikah, jika mendapat pasangan yang tidak seiman, yang tidak sayang pada keluarga, yang tidak bisa menjadi imam di dalam keluarga. Begitulah pesan dalam novel “Cinta Suci Zahrana” karya Habiburrhman El-Shirazi yang dingkat ke layar lebar, dan kini tengah diputar di bioskop-bioskop di Jakarta dan sekitarnya.

Adalah Zahrana, seorang gadis berprestasi dihadapkan pada pilihan mengejar cita-cita, karir atau berumah tangga. Setinggi apapun prestasi yang diraih, rasanya belum afdol bila belum mendapat jodoh.

Kang Abik menampilkan tokoh Siti Zahrana sebagai sosok gadis ambisius dan memiliki talenta luar biasa dalam bidang akademik. Ia terlahir dari keluarga biasa-biasa saja, ayahnya seorang PNS golongan rendah di kelurahan. Sedangkan Zahrana berhasil menyelesaikan S1 di Fakultas Teknik UGM Jogjakarta dan S2 di ITB.

Nama Zahrana mendunia karena karya tulisnya dimuat di jurnal ilmiah RMIT Melbourne. Dari karya tulis itu, Zahrana meraih penghargaan dari Thinghua University, sebuah universitas ternama di China. Ia pun terbang ke negeri Tirai Bambu untuk menyampaikan orasi ilmiah. Di hadapan puluhan profesor arsitek kelas dunia, ia memaparkan arsitektur bertema budaya. Yang ia tawarkan arsitektur model kerajaan Jawa-Islam dahulu kala. Dari Thinghua University, Zahrana mendapat tawaran beasiswa untuk studi S3 di samping mendapat tawaran pengerjaan sebuah proyek besar.

Tapi Zahrana menolak tawaran menjadi dosesn di UGM dan beasiswa S3 di negeri China, dikarenakan tidak ingin jauh dari orang tuanya yang sudah renta. Zahranapun memilih mengajar di sebuah universitas di Semarang. Di tengah kesuksesan prestasi akademiknya, ia malah menjadi bahan kecemasan kedua orang tuanya. Kecemasan itu lantaran Zahrana belum juga menikah di usianya yang memasuki kepala tiga. Kedua orang tua Zahrana yang renta berharap anak satu-satunya itu segera menikah dan memiliki keturunan.

Ayah-ibunya khawatir jika semasa hidupnya tidak sempat menyaksikan Zahrana bersuami dan menimang cucu. Apalagi bila melihat anak-anak tetangga seusia Zahrana, mereka sudah memiliki anak dua bahkan tiga.

Sudah banyak laki-laki yang meminangnya, namun Zahrana menolaknya dengan halus. Prinsip Zahrana dalam memilih pasangan, bukan diukur dari kedudukan, harta dan jabatannya, tapi karena akidah yang sama, karena keshalihannya, dan mampu menjadi imam bagi dirinya. Sampai-sampai Zahrana sempat dilamar oleh seorang satpam dan tukang bengkel yang berpendidikan rendah.

Bahkan Zahrana pernah dilamar oleh seorang duda yang ternyata atasannya sendiri. Ia dilamar dekannya, begitu kembali dari Thinghua University sehabis menerima penghargaan. Dengan tegas, Zahrana tidak menerima lamaran atasannya itu meski orang tuanya kecewa. Alasan Zahrana semata-mata persoalan moral atasannya yang suka meminta setoran kepada mahasiswa bila ingin nilai bagus bahkan suka bermain cinta dengan mahasiswanya sendiri. Di samping alasan moral, Zahrana tak mungkin menerima lamaran atasannya yang berusia kepala lima.

Akibat menolak lamaran itu, Zahrana akan dipecat secara tidak hormat. Tetapi Zahrana mendahuli mengajukan pengunduran diri. Ia benar-benar hengkang dari kampus itu dan memilih mengajar di sebuah sekolah kejuruan teknik.

Suatu ketika Zahrana pun minta saran kepada pimpinan pondok pesantren yang masih saudara jauh teman akrabnya. Oleh pimpinan pondok pesantren Zahrana dipertemukan seorang pemuda yang dari sisi pekerjaan kurang sepadan. Pemuda itu pedagang kerupuk keliling, tapi Zahrana merasa cocok. Ia bertekad mengabdikan hidupnya kepada Allah melalui ibadah dalam rumah tangga.

Takdir Berkehendak Lain

Dikala hati Zahrana berbunga-bunga, disaat ia menyiapkan gaun pengantin dan pesta pernikahan sederhana, tiba-tiba petugas kepolisian memberi kabar, bahwa Rahmat, calon suaminya itu tewas tertabrak kereta api saat mengantarkan kerupuk dengan sepedanya.

Mendengar kabar itu, langit seakan runtuh, betapa shocknya Zahrana. Bayangan indah itu kini pupus sudah. Zahrana pingsan beberap kali hingga dilarikan ke rumah sakit. Beruntung Zahrana masih kuat melanjutkan hidup. Bersamaan itu, ayahnya juga dilarikan ke rumah sakit, karena penyakit jantungnya yang lama diderita. Sang ayah pun meninggal dunia. Terlalu berat, ujian dan cobaan hidup itu bagi Zahrana, karena ditinggalkan oleh orang yang dicintainya.

Dibalik musibah, rupanya Allah punya scenario lain. Salah seorang ibu yang datang menjenguk, yang berprofesi sebagai dokter psikologi sempat memulihkan mental dan kejiwaan Zahrana di rumah sakit. Perempuan itu ternyata ibu dari mahasiswa bernama Hasan yang sekripsinya sempat dia bimbing. Siapa nyana, ibu dokter ini mengabararkan, anaknya, Hasan, berniat menikahinya.

Betapa kaget dan bahagianya Zahrana. Seolah tak peracaya dengan nasibnya yang begitu bergelombang. Meski ragu menerima lamaran itu, Zahrana menyampaikan satu syarat. Bila anak ibu dokter benar meminangnya, ia minta agar pernikahannya nanti malam setelah shalat tarawih. Ia trauma dengan tragedi yang menimpa satu malam menjelang pernikahannya dulu. Tepat jam tujuh malam, mereka melangsungkan pernikahan suci di masjid yang disaksikan para jamaah shalat tarawih. Malam pertama bulan Ramadhan yang indah menandakan berakhirnya penderitaan Zahrana.

Film religi ini memberi pesan penting buat para jomblo, bahwa pasangan yang seakidah harus menjadi syarat utama dalam memilih pasangan. Tidak cukup akidah yang sama, tapi juga keshalihan itu harus menjadi ukuran, bukan harta dan kedudukan semata.

Pesan lainnya adalah bahwa manusia boleh berencana, namun Allah juga yang menakdirkan maut dan jodoh seseorang. Berbakti pada ayah-bunda harus menjadi hal yang utama, dan yang tak kalah penting adalah dibalik musibah, Allah akan memberi kesudahan yang baik tanpa kita duga sebelumnya. Tentu jika kita melalui ujian can cobaan hidup itu dengan sikap sabar dan bertawakal pada-Nya.

Menonton Film Cinta Suci Zahrana yang disutradarai oleh Chairul Umam tersebut dijamin membuat penonton tampak haru dan mengambil banyak pelajaran, khususnya buat para jomblo.

* Soo,, buat para BL , PL dan “Pasukan Jomlo” kapan nih mau nikah ?? Hehehe..

Iklan

♥ DASYATNYA SIKSAAN BAGI YG MENINGGALKAN SHALAT FARDHU LIMA [5] WAKTU ♥

 

 

 

 

“Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh”

“Bissmillahir rohmaanir rohiim”

“Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Rosulallah shalallahu ‘alaihi wa sallam, bukan saja diperlihatkan tentang balasan orang yang ber Amal baik, tetapi juga diperlihatkan balasan orang yang berbuat Mungkar, diantaranya siksaan bagi orang-orang yang meninggalkan Shalat fardhu Lima waktu”

“Rosulallah shalallahu ‘alaihi wa sallam diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepalanya pada batu, setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembalai kepada keadaan semula, mereka tidak berhenti dan terus menerus melakukan nya,,”

Lalu Rosulallah shalallahu ‘alaihi wa sallam bertanya:
“Wahai Jibril, Siapa-kah mereka..?”

Malaikat Jibril menjawab:
“Mereka itu orang-orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Shalat fardhu,,”
(HR. Ath-Tabrani).

“Siksaan Neraka yang sangat mengerikan.
Mereka yang meninggalkan Shalat akan menerima siksa di dunia dan di alam kubur, yang terdiri dari Tiga [3] siksaan,,
Yaitu:

1. Kuburnya akan terhimpit-himpit serapat mungkin, sehingga dapat meremukan tulang-tulang dada.

2. Di nyalakan api didalam kubur nya, dan api itu akan membelit dan membakar tubuhnya siang dan malam tiada henti-henti nya.

3. Akan muncul seekor ular yang bernama “Sujaul Aqra” ia akan berkata kepada si mati dengan suara bagai halilintar:
“Aku disuruh oleh Allah memukulmu, sebab meninggalkan Shalat dari Subuh hingga Dhuhur, kemudian dari Dhuhur ke Asar, dari Asar ke Maghrib, dan dari Maghrib ke Isya’ hingga Subuh,,”

Ia (si mati) di pukul dari waktu Subuh hingga naik matahari, kemudian dipukul dan dibenturkan hingga terjungkal ke perut bumi karena meninggalkan Shalat Dhuhur. Kemudian dipukul lagi karena meninggalkan Shalat Asar, begitu-lah seterusnya dari Asar ke Maghrib, dari Maghrib ke waktu Isya’ hingga ke waktu Subuh lagi. Demikian-lah seterusnya siksaan oleh “Sujaul Aqra” hingga hari Kiamat,,”

“Barangsiapa yang (sengaja) meninggalkan Shalat fardhu Lima waktu, Bahayanya ialah:

SUBUH : 
“Allah Ta’aala akan menenggelamkan nya kedalam Neraka Jahannam selama 60 tahun hitungan Akherat.
(1 tahun di Akherat = 1000 tahun di dunia),,”

DHUHUR : 
“Dosanya sama seperti membunuh 1000 orang Muslim,,”

ASAR : 
“Dosanya seperti menghancurkan Ka’ba,,”

MAGHRIB : 
“Dosanya seperti ber Zina dengan Ibu-Bapak sendiri,,”

ISYA’ : 
“Allah Subhanahu Wa Ta’aala akan berseru kepada mereka:
“Hai orang-orang yang meninggalkan Shalat Isya’ bahwa AKU (Allah) tidak Ridha engkau tinggal di bumi-KU dan menggunakan Nikmat-Nikmat-KU”
Segala yang digunakan dan dikerjakan adalah berdosa kpada Allah Subhanahu Wa Ta’aala,,”

Allah Subhanahu Wa Ta’aala berfirman:
“Mereka yang menyia-nyia kan Shalat dan mengikuti hawa Nafsu kepada kejahatan, maka tetap-lah mereka jatuh kedalam telaga Api Neraka”
(QS. Maryam : 59).

` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` `
` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` ` `

♥ Kehinaan di Dunia bagi yang meninggalkan Shalat:

1. Allah Subhanahu Wa Ta’aala menghilangkan Berkah dari usaha dan rizki nya,,”

2. Allah Subhanahu Wa Ta’aala mencabut Nur (cahaya) orang-orang Mukmin (Shaleh) daripada (wajah) nya,,”

3. Ia akan dibenci oleh orang-orang berIman,,”

♥ Ketika Sakaratul Maut:

1. Ruh dicabut ketika ia dalam keadaan yang sangat haus,,”

2. Dia akan merasa amat Adzab / pedih ketika Ruh dicabut keluar,,”

3. Dia akan mati buruk (Su’ul Khootimah),,”

4. Ia akan dirisaukan dan akan hilang Iman nya,,”

♥ Ketika di Alam Barzakh:

1. Ia akan merasa susah (untuk menjawab) terhadap pertanyaan (serta menerima hukuman) dari Malaikat Mungkar dan Nakir yang sangat menakutkan,,”

2. Kuburnya akan menjadi sangat gelap,,”

3. Kuburnya akan menghimpit sehingga semua tulang-tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari),,”

4. Siksaan oleh binatang-binatang berbisa, seperti ular, kalajengking, dan lipan,,”

Rosulallah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Perjanjian (perbedaan) antara kita (Islam) dengan mereka (kafir) ialah Shalat. Dan barangsiapa yang meninggalkan Shalat, sesungguhnya ia telah menjadi orang kafir”
(HR. Ath-Tirmidzi),,”

“Na’udzuillahi min dzalik,,,,!”

NB: Sahabat RDI, yang berkenan silahkan tag/share ddan bagikan ke Saudara Muslim lain nya.
Ingat,,! Baca Bissmillah sebelumnya sebagai syaratnya,, ^_^
Sungguh berbagi itu INDAH,,”
Semoga bermanfaat,,!

“Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh”

★ KUFURNYA SEORANG ISTRI ★

 

 

Dari Ibnu Abbas radiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

”Diperlihatkan (Allah) kepada-ku akan Neraka.. Ketika itu ku lihat kebanyakan isinya terdiri daripada perempuan-perempuan Kufur.”

Seorang Sahabat bertanya:
”Apakah mereka Kufur kepada Allah, yaa Rasulallah..?”

Beliau menjawab:
“Mereka Kufur kepada Suami dan (tidak tahu berterima kasih) atas kebaikan (yang diterimanya). Biarpun engkau telah berbuat baik kepadanya sepanjang masa, kemudian dilihatnya daripada-mu sedikit kesalahan saja, lantas ia berkata: ”Saya tidak pernah melihat kebaikan dari-mu sedikit pun..!”
(Hadist Riwayat: Imam Al-Bukhari)

★ KUFURNYA SEORANG ISTRI ★

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Dari Ibnu Abbas radiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

”Diperlihatkan (Allah) kepada-ku akan Neraka.. Ketika itu ku lihat kebanyakan isinya terdiri daripada perempuan-perempuan Kufur.”

Seorang Sahabat bertanya:
”Apakah mereka Kufur kepada Allah, yaa Rasulallah..?”

Beliau menjawab:
“Mereka Kufur kepada Suami dan (tidak tahu berterima kasih) atas kebaikan (yang diterimanya). Biarpun engkau telah berbuat baik kepadanya sepanjang masa, kemudian dilihatnya daripada-mu sedikit kesalahan saja, lantas ia berkata: ”Saya tidak pernah melihat kebaikan dari-mu sedikit pun..!”
(Hadist Riwayat: Imam Al-Bukhari)

Penjelasan:

①. Seorang suami tidak boleh membenci isterinya sampai menceraikannya hanya kerana satu kelakuan isterinya yang tidak menyenangkan, tetapi hendak-lah dipertimbangkan dengan perilaku lain yang menyenangkan dari isterinya.
Begitu juga keadaannya bagi seorang isteri terhadap suaminya.

②. Kewajiban seorang isteri di samping harus taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala hendak-lah taat kepada suaminya.
Sekiranya dua kewajiban ini ia dapat melaksanakan nya dengan baik, maka Syurga-lah baginya.

Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika seorang perempuan Shalat lima waktu, puasa dibulan Ramahan, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka masuk-lah ia kedalam Syurga dari berbagai pintu yang dikehendakinya.”
(Hadist Riwayat: Ibnu Hibban dan Al-Bazzar)

③. Sebagai perempuan atau wanita yang bergelar isteri, kita mempunyai satu kewajiban yang besar dan penting terhadap suami.
Sebelum kewajiban lain dilaksanakan, kewajiban terhadap suami harus didahulukan.
Manakala bagi lelaki, mereka pula mempunyai kewajiban yang amat besar terhadap ibunya. Sejauh kemampuannya, ia perlu memenuhi setiap kewajiban terhadap ibunya, kerana itu kewajiban yang harus dilaksanakan.

④. Rasulallah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Wanita yang taat terhadap suaminya, diminta ampun oleh burung di angkasa, ikan-ikan di lautan, malaikat di langit, matahari dan bulan, dan seisi Alam, selama wanita itu ada dalam keredha’an suaminya. Dan setiap wanita yang durhaka kepada suaminya, maka kepadanya-lah laknat Allah, malaikat dan manusia semuanya. Dan setiap wanita yang bermuka masam pada suaminya, ia ada dalam kemurka’an Allah Ta’ala sampai ia (wanita/isteri) bersenda gurau dengan suaminya dan ia meminta keredha’an nya. Dan setiap wanita yang keluar dari rumahnya tanpa izin suaminya, malaikat melaknatnya hingga ia pulang/kembali.”
(Hadist Riwayat: Al-Bazzar)

Astaghfirullahal A’dzhiim..

☆ SALAM ISTIQOMAH ☆

Akhirul kalam…
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

★ ★◇☆ ♥ ☆◇★ ★

Astaghfirullah.. Ampunkan aku yaa Allah..! Aamiin Allahumma aamiin yaa kariim..!

 

 

Subhanallah…
Betapa hebatnya tarikan wanita…
Bukan saja di dunia., malah diakhirat pun tarikannya begitu dahsyatnya..
Maka dari itu wahai kaum lelaki yang bergelar ayah, suami, abang atau anak, harus memainkan peranan mereka sebagaipertanggung-jawaban lelaki..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya berbunyi:

“Hai anak Adam..! peliharalah diri-mu serta ahli-mu dari api neraka, dimana bahan bakarnya adalah manusia, jin dan batu-batu.”

Astaghfirullah..
Ampunkan aku yaa Allah..!
Aamiin Allahumma aamiin yaa kariim..!

☆★ EMPAT GOLONGAN LELAKI YG DITARIK KE NERAKA ★☆

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه 

بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

Ada empat (4) golongan lelaki yang akan ditarik masuk ke neraka oleh wanita..
Lelaki itu adalah mereka yang tidak memberikan hak kepada wanita dan tidak menjaga amanah nya.
Mereka adalah:

①. Ayahnya ..

Jika seseorang yang bergelar ayah tidak mempedulikan anak-anak perempuannya didunia.
Dia tidak memberikan segala keperluan Agama seperti mengajarkan shalat, mengaji dan lain sebagainya..
Dia membiarkan anak perempuannya tidak menutup aurat.
Tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia saja…
Maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya…

Duhai lelaki yang bergelar ayah..
Bagaimanakah keadaan anak perempuan-mu sekarang..?
Apakah engkau mengajarnya shalat dan saum, menutup aurat, pengetahuan Agama..?
Jika tidak cukup salah satunya, maka bersedia-lah untuk menjadi bahan bakar neraka jahannam..

②. Suaminya..

Apa-bila sang suami tidak mempedulikan tindak tanduk istrinya. Bergaul bebas, berhias diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yang
bukan mahramnya..
Jika suami mendiam diri walau-pun seorang yang alim, dimana shalatnya tidak pernah tinggal, saumnya tidak tinggal. Maka dia akan turut ditarik oleh istrinya bersama-sama ke dalam neraka..

Duhai lelaki yang bergelar suami, bagaimana-kah keadaan istri tercintamu sekarang..?
Dimana-kah dia..? Bagaimana akhlaknya..?
Jika tidak engkau jaga mengikuti ketetapan syari’at, maka terima-lah hakekat yang engkau akan sehidup semati bersamanya di ‘taman’ neraka jahannam sana..

③. Abang-abangnya (kakak lelaki)..

Apa-bila ayahnya sudah tiada, tanggung-jawab menjaga maruah wanita jatuh pada abang-abangnya dan saudara lelakinya.
Jika mereka hanya mementingkan keluarganya saja dan adik perempuannya dibiarkan dari
ajaran Islam, tunggu-lah tarikan adik perempuannya di akhirat kelak…

Duhai lelaki yang mempunyai adik perempuan, jangan hanya menjaga Amal-mu dan jangan ingat engkau terlepas darinya, karena engkau juga akan pertanggung-jawabkan diakhirat kelak.
Jika membiarkan adik perempuan-mu bergelimang dengan maksiat dan tidak menutup aurat…

④. Anak lelakinya..

Apa-bila seorang anak lelaki tidak menasehati seorang ibu perihal kelakuan yang haram disisi Islam, bila ibu membuat kemungkaran, mengumpat, memfitnah, menggunjing dan lain sebagainya..
Maka anak lelaki itu akan ditanya dan pertanggung-jawabkan di akhirat kelak.
Dan nantikan tarikan ibunya ke neraka…

Duhai anak lelaki, sayangi-lah ibumu, nasihati-lah ia jika bersalah atau terlupa. Karena ibu juga insan biasa, tak lepas dari melakukan dosa..
Selamatkan-lah ia dari ‘kayu api’ neraka..
Jika tidak, engkau juga akan ditarik menjadi penemannya..

Subhanallah…
Betapa hebatnya tarikan wanita…
Bukan saja di dunia., malah diakhirat pun tarikannya begitu dahsyatnya..
Maka dari itu wahai kaum lelaki yang bergelar ayah, suami, abang atau anak, harus memainkan peranan mereka sebagai pertanggung-jawaban lelaki..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya berbunyi:

“Hai anak Adam..! peliharalah diri-mu serta ahli-mu dari api neraka, dimana bahan bakarnya adalah manusia, jin dan batu-batu.”

Astaghfirullah..
Ampunkan aku yaa Allah..!
Aamiin Allahumma aamiin yaa kariim..!

NB: Yang berkenan silahkan tag/ share dan bantu Sahabat lain nya..
Semoga bermanfaat..!

Akhirul kalam..

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bagaimana Cara Memilih Pendamping Hidup ?

Setelah kita mengetahui tentang tujuan menikah maka Islam juga mengajarkan kepada umatnya untuk berhati-hati dalam memilih pendamping hidup karena hidup berumah tangga tidak hanya untuk satu atau dua tahun saja, akan tetapi diniatkan untuk selama-lamanya sampai akhir hayat kita. Muslim atau Muslimah dalam memilih calon istri atau suami yang nantinya sebagai pendamping hidup, tidaklah mudah tapi membutuhkan waktu. Karena kriteria memilih harus sesuai dengan syariat Islam. Orang yang hendak menikah, hendaklah memilih pendamping hidup -nya dengan cermat, hal ini dikarenakan apabila seorang Muslim atau Muslimah sudah menjatuhkan pilihan kepada pendamping hidup -nya berarti akan menjadi bagian dalam hidupnya juga. Wanita yang akan menjadi istri atau ratu dalam rumah tangga dan menjadi ibu atau pendidik bagi anak-anaknya demikian pula pria menjadi suami atau pemimpin rumah tangganya dan bertanggung jawab dalam menghidupi (memberi nafkah) bagi anak istrinya. Maka dari itu, janganlah sampai menyesal terhadap pasanagn hidup pilihan kita setelah berumah tangga kelak. Lalu bagaimanakah supaya kita selamat dalam memilih pendamping hidup kita selama-lamanya? Apakah kriteria-kriteria yang disyariatkan oleh Islam dalam memilih calon istri atau suami?
A. Kriteria Memilih Calon Pendamping Hidup Laki-laki (Istri)

Dalam memilih calon pendamping hidup laki-laki (istri), Islam telah memberikan beberapa petunjuk di antaranya :
1. Hendaknya calon istri memiliki dasar pendidikan agama dan berakhlak baik karena wanita yang mengerti agama akan mengetahui tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam : Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda :
“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)
Dalam hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menekankan pada sisi agamanya dalam memilih pendamping hidup laki-laki (istri) dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun. Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu … .” (QS. Al Baqarah : 221)
Sehubungan dengan kriteria memilih calon istri berdasarkan akhlaknya, Allah berfirman :
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) … .” (QS. An Nur : 26)
Seorang wanita yang memiliki ilmu agama tentulah akan berusaha dengan ilmu tersebut agar menjadi wanita yang shalihah dan taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Wanita yang shalihah akan dipelihara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya :
“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)
Sedang wanita shalihah bagi seorang laki-laki adalah sebaik-baik perhiasan dunia.
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)
2. Hendaklah calon pendamping hidup laki-laki (istri) itu penyayang dan banyak anak. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda : Dari Anas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
” … kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak … .” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)
Al Waduud berarti yang penyayang atau dapat juga berarti penuh kecintaan, dengan dia mempunyai banyak sifat kebaikan, sehingga membuat laki-laki berkeinginan untuk menikahinya. Sedang Al Mar’atul Waluud adalah perempuan yang banyak melahirkan anak. Dalam memilih wanita yang banyak melahirkan anak ada dua hal yang perlu diketahui :
a. Kesehatan fisik dan penyakit-penyakit yang menghalangi dari kehamilan.
Untuk mengetahui hal itu dapat meminta bantuan kepada para spesialis. Oleh karena itu seorang wanita yang mempunyai kesehatan yang baik dan fisik yang kuat biasanya mampu melahirkan banyak anak, disamping dapat memikul beban rumah tangga juga dapat menunaikan kewajiban mendidik anak serta menjalankan tugas sebagai istri secara sempurna.
b. Melihat keadaan ibunya dan saudara-saudara perempuan yang telah menikah sekiranya mereka itu termasuk wanita-wanita yang banyak melahirkan anak maka biasanya wanita itu pun akan seperti itu.
3. Hendaknya memilih calon istri yang masih gadis terutama bagi pemuda yang belum pernah nikah. Hal ini dimaksudkan untuk mencapai hikmah secara sempurna dan manfaat yang agung, di antara manfaat tersebut adalah memelihara keluarga dari hal-hal yang akan menyusahkan kehidupannya, menjerumuskan ke dalam berbagai perselisihan, dan menyebarkan polusi kesulitan dan permusuhan. Pada waktu yang sama akan mengeratkan tali cinta kasih suami istri. Sebab calon pendamping hidup laki-laki yang masih gadis, akan memberikan sepenuh kehalusan dan kelembutannya kepada lelaki yang pertama kali melindungi, menemui, dan mengenalinya. Lain halnya dengan janda, kadangkala dari suami yang kedua ia tidak mendapatkan kelembutan hati yang sesungguhnya karena adanya perbedaan yang besar antara akhlak suami yang pertama dan suami yang kedua. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menjelaskan sebagian hikmah menikahi seorang gadis :
Dari Jabir, dia berkata, saya telah menikah maka kemudian saya mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan bersabda beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
“Apakah kamu sudah menikah ?”
Jabir berkata, ya sudah. Bersabda Rasulullah :
“Perawan atau janda?”
Maka saya menjawab, janda. Rasulullah bersabda :
“Maka mengapa kamu tidak menikahi gadis perawan, kamu bisa bermain dengannya dan dia bisa bermain denganmu.”
4. Mengutamakan calon pendamping hidup dari orang jauh (dari kekerabatan/leluarga) dalam perkawinan. Hal ini dimaksudkan untuk keselamatan fisik anak keturunan dari penyakit-penyakit yang menular atau cacat secara hereditas. Sehingga anak tidak tumbuh besar dalam keadaan lemah atau mewarisi cacat kedua orang tuanya dan penyakit-penyakit nenek moyangnya. Di samping itu juga untuk memperluas pertalian kekeluargaan dan mempererat ikatan-ikatan sosial.
B. Kriteria Memilih Calon Pendamping hidup Perempuan (Suami)


1. Islam.
Ini adalah kriteria yang sangat penting bagi seorang Muslimah dalam memilih calon pendamping hidupnya (suami) sebab dengan Islamlah satu-satunya jalan yang menjadikan kita selamat dunia dan akhirat kelak. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
“ … dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita Mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang Mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al Baqarah : 221)
2. Berilmu dan Baik Akhlaknya.
Masa depan kehidupan suami-istri erat kaitannya dengan memilih suami, maka Islam memberi anjuran agar memilih akhlak yang baik, shalih, dan taat beragama. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :
“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang agama dan akhlaknya kamu ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)
Islam memiliki pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya pada dasar takwa dan akhlak serta tidak menjadikan kemiskinan sebagai celaan dan tidak menjadikan kekayaan sebagai pujian. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)
Laki-laki yang memiliki keistimewaan adalah laki-laki yang mempunyai ketakwaan dan keshalihan akhlak. Dia mengetahui hukum-hukum Allah tentang bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik kepadanya, dan menjaga kehormatan dirinya serta agamanya, sehingga dengan demikian ia akan dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna di dalam membina keluarga dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, mendidik anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga dengan tenaga dan nafkah. Jika dia merasa ada kekurangan pada diri si istri yang dia tidak sukai, maka dia segera mengingat sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu :
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :
“Jangan membenci seorang Mukmin (laki-laki) pada Mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan lainnya yang ia sukai.” (HR. Muslim)
Sehubungan dengan memilih calon pendamping hidup untuk anak perempuan berdasarkan ketakwaannya, Al Hasan bin Ali rahimahullah pernah berkata pada seorang laki-laki :
“Kawinkanlah puterimu dengan laki-laki yang bertakwa sebab jika laki-laki itu mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika tidak menyukainya maka dia tidak akan mendzaliminya.”
Untuk dapat mengetahui agama dan akhlak calon suami, salah satunya mengamati kehidupan si calon suami sehari-hari dengan cara bertanya kepada orang-orang dekatnya, misalnya tetangga, sahabat, atau saudara dekatnya. Demikianlah ajaran Islam dalam memilih calon pendamping hidup agar selamat dalam kehidupan dunia dan akhiratnya..

Sumber :  http://adehumaidi.com

Serem.. Wanita Wanita yang Dimurkai Allah…..

Shoutussalam.com Ya akhwati..kali ini kita akan membahas tentang, Wanita Yang Dimurkai Allah. So, pastikan kita semua terhindar dari sifat-sifat yang tidak disukai oleh Allah. Nau’udzu billah min dzalik
PERKARA YG AMAT DIBENCI ALLAH PADA SEORANG WANITA
1.Kepada wanita yang tidak menutup aurat Allah berfirman,” Hiduplah dengan apa yang kau suka.”
2.Allah melaknati wanita yang sengaja mendedahkan auratnya kepada lelaki yang bukan muhrim.
3.Perempuan yg memakai kain yang nipis & jarang untuk menarik perhatian lelaki bukan muhrim atau memakai segala yg mendatangkan keghairahan kepada orang lain maka dia tidak akan mencium bau syurga.
4.Wanita yg jahat lebih buruk dari 1000 org lelaki yg jahat.

Pengorbanan seorang wanita amat dihargai oleh Allah & Rasulnya. Cuma kita kurang mengetahui kelebihan yg dikurniakan kpd kita semua. Sehinggakan hari ini manusia Islam mencari sesuatu selain dari agama krn merasa pengorbanan mereka tidak dihargai. Dan mereka turut melaungkan persamaan hak
seperti di barat. Ini semua bukanlah salah mereka…tetapi kitalah yg bersalah kerana kita lupa bahawa kita ini umat yg dianugerah kan dgn tugas kenabian. Memberi harapan & bimbingan kpd manusia…

WANITA YG DIMURKAI OLEH ALLLAH

Sebagaimana Allah suka dgn wanita yg yg solehah, Allah juga sgt murka kpd beberapa jenis wanita. Oleh itu sgt perlu bagi kita mengetahui perkara yg boleh menyebabkan kebenciannya supaya kita terhindar dr kemurkaannya. Kemurkaan Allah pada hari kiamat sgt dahsyat sehinggakan nabi2 pun sgt takut. Bahkan Nabi Ibrahim pun lupa bahawa dia mempunyai anak yg bernama Nabi Ismail krn ketakutan yg amat sangat. Abu Zar r.a meriwayatkan bahawa Nabi S.A.W. bersabda: –

“Seorang wanita yg berkata kpd suaminya,”semoga engkau mendapat kutukan Allah” maka dia dikutuk oleh Allah dr atas langit yg ke7 & mengutuk pula segala sesuatu yg dicipta oleh Allah kecuali 2 jenis makhluk iaitu manusia & jin.”

Ab.Rahman bin Auf meriwayatkan bahawa Nabi s.a.w bersabda: “Seorang yg membuat susah kpd suaminya dlm hal belanja atau membebani sesuatu yg suaminya tidak mampu maka Allah tidak akan menerima amalannya yg wajib & sunnatnya.”

Abdullah bin Umar r.a meriwayatkan bahawa Nabi S.A.W. bersabda: –

“Kalau seandainya apa yg ada dibumi ini merupakan emas & perak serta dibawa oleh seorang wanita ke rumah suaminya. Kemudian pada suatu hari dia terlontar kata2 angkuh,”engkau ini siapa? Semua harta ini milikku & engkau tidak punya harta apa pun.” Maka hapuslah semua amal kebaikannya walaupun banyak.

Nabi S.A.W. adalah seorang yg sangat kasih pada ummatnya & terlalu menginginkan keselamatan bagi kita dr azab Allah. Beliau menghadapi segala rupa penderitaan, kesakitan, keletihan & tekanan. Begitu juga air mata & darah baginda telah mengalir semata-mata krn kasih-sayangnya terhadap kita.

Maka lebih-lebih lagi kita sendirilah yg wajar berusaha utk menyelamatkan diri kita, keluarga kita & seluruh ummat baginda. Sebagai penutup ikutilah kisah seterusnya ini sebagai iktibar bagi kita.

Ali r.a. meriwayatkan sebagai berikut: “Saya bersama Fatimah berkunjung kerumah Rasulullah S.A.W. & kami temui baginda sedang menangis. Kami bertanya kpd beliau,”mengapa tuan menangis wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “pada malam aku di Isra’kan kelangit, daku melihat org sedang mengalami berbagai penyeksaan…maka bila teringatkan mereka aku menangis.”

Saya bertanya lagi,”wahai Rasulullah apakah yg tuan lihat?” Beliau bersabda: –

1.Wanita yang digantung dgn rambutnya & otak kepalanya mendidih.
2.Wanita yang digantung dgn lidahnya serta tangannya dipaut dr punggungnya sedangkan aspal yg mendidih dari neraka dituangkan ke kerongkongnya.
3.Wanita yang digantung dgn buah dadanya dari balik punggungnya sedangkan air getah kayu zakum dituang ke kerongkongnya.
4.Wanita yang digantung , diikat kedua kaki & tgnnya ke arah ubun2 kepalanya serta dibelit dibawah kekuasaan ular & kala jengking.
5.Wanita yang memakan badannya sendiri serta dibawahnya tampak api yg menyala-nyala dgn hebatnya.
6.Wanita yang memotong badannya sendiri dgn gunting dr neraka.
7.Wanita yang bermuka hitam & memakan ususnya sendiri.
8.Wanita yang tuli, buta & bisu dlm peti neraka sedang darahnya mengalir dari rongga badannya (hidung,telinga,mulut) & badannya membusuk akibat penyakit kulit dan lepra.
9.Wanita yang berkepala spt kepala babi & keldai yg mendapat berjuta jenis siksaan.

Maka berdirilah Fatimah seraya berkata,”Wahai ayahku, cahaya mata kesayanganku… ceritakanlah kpd ku apakah amal perbuatan wanita2 itu.” Rasulullah S.A.W. bersabda, “Wahai Fatimah, adapun tentang : –

1.Wanita yang digantung dgn rambutnya krn dia tidak menjaga rambutnya (di jilbab) dikalangan lelaki.
2.Wanita yang digantung dgn lidahnya krn dia menyakiti hati suaminya dgn kata
3.Kemudian Nabi S.A.W. bersabda: “Tidak seorang wanita yg menyakiti hati suaminya melalui kata2nya kecuali Allah akan membuatnya mulutnya kelak dihari kiamat,selebar 70 zira’ kemudian akan mengikatnya dibelakang lehernya.
4.Adapun wanita yang digantung dgn buah dadanya krn dia menyusui anak org lain tanpa izin suaminya.
5.Adapun wanita yang diikat dgn kaki & tangannya itu krn dia keluar rumah tanpa izin suaminya, tidak mandi wajib dr haidh & nifas.
6.Adapun wanita yang memakan badannya sendiri krn suka bersolek utk dilihat lelaki lain serta suka membicarakan keaiban org.
7.Adapun wanita yang memotong badannya sendiri dgn gunting dari neraka kerana dia suka menonjolkan diri (ingin terkenal) dikalangan org yg banyak dgn maksud supaya org melihat perhiasannya dan setiap org jatuh cinta padanya krn melihat perhisannya.
8.Adapun wanita yang diikat kedua kaki & tangannya sampai ke ubun2nya & dibelit oleh ular & kala jengking krn dia mampu mengerjakan solat & puasa.Tetapi dia tidak mahu berwudhuk & tidak solat serta tidak mahu mandi wajib.
9.Adapun wanita yang kepalanya spt kepala babi & badannya spt kaldai krn diasuka mengadu-domba (melaga-lagakan org) serta berdusta.
10.Adapun wanita yang berbentuk spt anjing krn dia ahli fitnah serta suka marah-marah pada suaminya.

Dan ada diantara isteri nabi-nabi yangg mati dalam keadaan tidak beriman kerana mempunyai sifat yang buruk. Walaupun mereka adalah isteri manusia yang terbaik dizaman itu. Diantara sifat buruk mereka: –

1.Isteri Nabi Nuh suka mengejek & mengutuk suaminya.
2.Isteri Nabi Lut suka bertandang ke rumah org.

Semoga Allah beri kita kekuatan untuk mengamalkan kebaikan dan meninggalkan keburukan. Kalau kita tidak berasa takut atau rasa perlu berubah…maka kita kena khuatir .Takut kita tergolong dlm mrk yg tidak diberi petunjuk oleh Allah. Nauzubillahi min zalik.

Wassalam…

Akhwat g Bisa Masak ?? mm.. Gimana Ya…?

Shoutussalam.com AKTIF di ruang publik ataupun usia yang masih terbilang muda bukanlah alasan untuk gugup di dapur. Maksudnya, sudah menjadi fitrah jika seorang akhwat atau perempuan itu harus bisa memasak.

Mungkin memang benar, yang banyak menjadi koki terkenal datang dari kalangan kaum Adam. Tapi bagaimanapun juga, sebagai seorang perempuan kita harus tahu dan bisa menggoreng telur atau sekadar memasak mie rebus.

Dari tradisi memasak ini, para fukaha juga ikut menyimpulkan perkara fitrah perempuan yang satu ini. Mungkin bagi kaum Adam yang menginginkan masakan khas istrinya untuk yang telah menikah, cukup membuat jengkel dengan keputusan ini.

Keputusan itu menetapkan bahwa menurut syariat, bukanlah tanggung jawab seorang perempuan untuk memasak makanan bagi rumah tangganya.

Untuk tujuan ini para fukaha telah membagi wanita dalam dua kelas. Perempuan dari satu kelas adalah mereka yang melakukan pekerjaan rumah tangga, termasuk memasak makanan di rumah orang tua mereka. Dan satu kelas yang lain terdiri dari wanita yang tidak memasak makanan di rumah orang tua mereka, karena keluarga tersebut memiliki koki yang dipekerjakan untuk pekerjaan ini.

Jika setelah menikah seorang wanita dari kelas yang terakhir pergi ke rumah suaminya, ia sama sekali tidak bertanggung jawab untuk memasak makanan, baik secara agama, hukum, ataupun moral.

Di sisi lain, istri yang meminta suaminya untuk menyewa seorang juru masak, wajib atasnya memberi makan serta memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup juru masak tersebut.

Istri tidak dapat dipaksa untuk memasak makanan, tidak dengan kekerasan, atau dengan hukum, karena Nabi Saw. berkata dengan jelas:

“Ini berarti: Seorang suami memiliki hak untuk menjaga istrinya saat di rumah, dan tidak halal bagi sang istri bepergian tanpa izin suami.”

Jika dia termasuk kategori orang yang pertama, perempuan yang terbiasa untuk memasak makanan di rumah orang tuanya. Ia juga tidak bertanggung jawab secara hukum untuk memasak makanan.

Namun, tanggung jawab jatuh pada dirinya hanya secara moral. Karena perempuan ini tidak mau memasak lagi setelah menikah, padahal suami hanya bertanggung jawab untuk menyediakan bahan makanan. Dan suaminya berhak menolak permintaan istri untuk mempekerjakan juru masak.

Untuk para perempuan yang tidak suka memasak, jangan berbahagia dulu. Karena sebaik-baiknya seorang perempuan dapat menjalani hidup sesuai dengan fitrah yang Allah telah anugerahkan.

Sama seperti hal lainnya, memasak itu merupakan sebuah keahlian. Artinya, jika ingin bisa melakukannya harus sering diasah dan dipelajari. Nah, bagi para perempuan yang belum tune-in di dapur, coba ikuti langkah-langkah ini supaya tidak gugup serta gagap lagi untuk memasak.

 

1. Niatkan belajar memasak hanya karena untuk ibadah pada Allah.

2. Pelajari tingkatan memasak dari yang mudah hingga kompleks. Contoh: untuk masakan dapat dimulai dari gorengan-tumisan-sup-santan-pepes. Sedangkan untuk membuat kue dapat dimulai dari agar/puding-kue kering-bolu-lapis-hingga kue cita rasa dan tehnik hias tart.

3. Biasakan mencoba resep dari mereka yang sudah pernah memasaknya langsung, karena terkadang setiap masakan punya trik tersendiri (pengalaman mereka adalah nilai mahal untuk
kita yang baru belajar). Bila mencoba resep baru dari buku atau majalah, baiknya berkonsultasi dulu dengan mereka yang sudah lebih lihai didapur (seperti mbok, ibu, atau teman).

4. Jangan pernah putus asa ketika ada kegagalan saat proses, karena kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.

5. Biasakan juga saat proses memasak, tidak menumpuk cucian bekas alat masak. Karena akan mengakibatkan kita hanya memasak 1 macam menu, tapi dapur terlihat seperti habis memasak 100 menu.

6. Biasakan bersih dan hati-hati ketika proses memasak. Masakan selesai, dapur tetap bersih.

7. Koleksi yang rapi menu atau resep favorit di buku khusus. (last/islampos)

 

Terima kasih …

 


%d blogger menyukai ini: